Nagan Raya, (1/09/2026) – Komitmen STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh dalam memperkuat kepedulian terhadap lingkungan diwujudkan melalui kolaborasi lintas program studi dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Dosen dari Program Studi Hukum Pidana Islam (HPI), Tadris Bahasa Inggris (TBI), dan Hukum Ekonomi Syariah (HES) melaksanakan kegiatan “Penguatan Karakter Cinta Lingkungan Siswa Sekolah Dasar melalui Pendampingan Berbasis Ekoteologi” di sekitar kawasan pertambangan Desa Suak Puntong, Kabupaten Nagan Raya, Selasa (1/9/2026).
Kegiatan pengabdian tersebut melibatkan tiga dosen STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh, yakni Sri Dwi Friwarti, M.H., Dosen Program Studi Hukum Pidana Islam, Sari Diana, M.Pd., Dosen Program Studi Tadris Bahasa Inggris, dan Dr. Lia Murlisa, M.A., Dosen Program Studi Hukum Ekonomi Syariah.
Kegiatan diikuti oleh siswa SD Negeri Suak Puntong, Kabupaten Nagan Raya, sebagai sasaran utama program pendampingan. Pemilihan sekolah yang berada di sekitar kawasan pertambangan menjadi bagian dari perhatian tim pengabdian terhadap pentingnya membangun kesadaran lingkungan sejak usia dini.
Melalui pendekatan ekoteologi, para siswa diperkenalkan pada pemahaman bahwa menjaga lingkungan bukan hanya merupakan tanggung jawab sosial, tetapi juga bagian dari nilai moral dan keagamaan. Lingkungan dipandang sebagai amanah yang harus dijaga dan dimanfaatkan secara bertanggung jawab oleh manusia.
Pendampingan dilakukan dengan pendekatan yang disesuaikan dengan karakteristik siswa sekolah dasar. Materi dikemas secara edukatif dan komunikatif agar siswa lebih mudah memahami pentingnya menjaga kebersihan, mengurangi perilaku yang dapat merusak lingkungan, serta membangun kebiasaan positif dalam kehidupan sehari-hari.
Sri Dwi Friwarti, M.H., selaku salah satu anggota tim pengabdian, menyampaikan bahwa penguatan karakter cinta lingkungan perlu ditanamkan sejak usia dini. Menurutnya, anak-anak merupakan generasi yang akan berhadapan langsung dengan berbagai tantangan lingkungan di masa mendatang.
“Pendidikan lingkungan sejak usia sekolah dasar sangat penting. Anak-anak perlu memahami bahwa menjaga lingkungan bukan hanya persoalan kebersihan, tetapi juga bagian dari tanggung jawab manusia sebagai khalifah di muka bumi,” ujarnya.
Sementara itu, Sari Diana, M.Pd., turut memberikan penguatan melalui pendekatan pendidikan yang interaktif sehingga siswa dapat berpartisipasi secara aktif selama kegiatan berlangsung. Pendekatan tersebut diharapkan mampu menjadikan pembelajaran lingkungan lebih menarik sekaligus mudah diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Adapun Dr. Lia Murlisa, M.A., memberikan perspektif yang menghubungkan kepedulian terhadap lingkungan dengan kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat. Menurutnya, keberlanjutan lingkungan memiliki keterkaitan erat dengan keberlangsungan kehidupan masyarakat sehingga kesadaran menjaga lingkungan perlu dibangun secara bersama-sama.
Kolaborasi tiga program studi dalam kegiatan ini menunjukkan bahwa pengabdian kepada masyarakat dapat dilakukan melalui pendekatan multidisipliner. Masing-masing bidang keilmuan memberikan kontribusi untuk mendukung tujuan bersama, yakni membentuk generasi yang memiliki karakter peduli terhadap lingkungan.
Kawasan sekitar pertambangan menjadi ruang yang strategis untuk memberikan edukasi lingkungan kepada masyarakat, terutama kepada generasi muda. Melalui kegiatan ini, siswa diharapkan memiliki pemahaman yang lebih baik mengenai pentingnya menjaga lingkungan di sekitar tempat tinggal dan sekolah.
Selain memberikan pengetahuan, kegiatan pengabdian ini juga diharapkan dapat membangun kebiasaan sederhana yang dapat dilakukan siswa, seperti menjaga kebersihan lingkungan, tidak membuang sampah sembarangan, merawat tanaman, serta mengajak keluarga dan teman untuk bersama-sama menjaga lingkungan.
Kegiatan tersebut menjadi salah satu bentuk nyata pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam bidang pengabdian kepada masyarakat. STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh terus mendorong dosen untuk mengembangkan kegiatan pengabdian yang inovatif, kolaboratif, dan memiliki dampak langsung bagi masyarakat.
Melalui kolaborasi lintas Prodi HPI, TBI, dan HES, kegiatan ini diharapkan tidak berhenti pada kegiatan edukasi semata, tetapi mampu menumbuhkan kesadaran dan karakter cinta lingkungan yang dapat diterapkan siswa dalam kehidupan sehari-hari. Dengan pendekatan ekoteologi, para dosen STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh berupaya menanamkan pesan bahwa menjaga alam merupakan bagian dari tanggung jawab manusia kepada Allah SWT, sesama manusia, dan generasi yang akan datang.
