Meulaboh – 10/07/2026, Dosen Program Studi Hukum Pidana Islam Dr. M. Ikhwan, mendapat kehormatan menjadi salah satu pemateri pada Seminar Nasional bertema Moderasi Beragama sebagai Pilar Ketahanan Nasional di Tengah Dinamika Global dan Transformasi Digital yang diselenggarakan oleh IAIN Takengon. Dalam kesempatan tersebut, materi yang disampaikan mengangkat tema “Religious Digital Literacy (RDL) sebagai Instrumen Ketahanan Nasional”, yang menyoroti pentingnya penguatan literasi digital keagamaan sebagai strategi untuk membangun masyarakat yang moderat, adaptif, dan tangguh menghadapi tantangan era digital.
Dalam pemaparannya, dijelaskan bahwa transformasi digital telah mengubah cara masyarakat memperoleh, memproduksi, dan menyebarkan informasi keagamaan. Di satu sisi, ruang digital membuka akses yang luas terhadap pengetahuan keislaman, namun di sisi lain juga menghadirkan ancaman berupa penyebaran hoaks, ujaran kebencian, ekstremisme digital, hingga polarisasi sosial berbasis identitas. Oleh karena itu, literasi digital keagamaan dipandang sebagai instrumen strategis untuk membentuk kemampuan masyarakat dalam menyaring informasi, berpikir kritis, serta mengamalkan ajaran agama secara moderat, inklusif, dan bertanggung jawab.
Lebih lanjut, materi seminar menegaskan bahwa moderasi beragama tidak cukup dipahami sebagai konsep normatif semata, melainkan harus diwujudkan melalui penguatan kapasitas literasi digital masyarakat. Religious Digital Literacy (RDL) menjadi fondasi penting dalam membangun ketahanan nasional karena mampu memperkuat harmoni sosial, menangkal penyebaran paham radikal di ruang siber, serta mendorong lahirnya budaya dialog dan toleransi di tengah keberagaman bangsa Indonesia. Dengan demikian, penguasaan teknologi digital harus berjalan beriringan dengan penguatan nilai-nilai keagamaan yang moderat dan berwawasan kebangsaan.
Seminar nasional ini diikuti oleh dosen, mahasiswa, akademisi, serta berbagai pemangku kepentingan yang memiliki perhatian terhadap isu moderasi beragama dan ketahanan nasional. Diskusi berlangsung secara interaktif dengan membahas berbagai tantangan yang dihadapi masyarakat dalam menghadapi disrupsi informasi digital, sekaligus merumuskan strategi kolaboratif antara perguruan tinggi, pemerintah, tokoh agama, dan masyarakat dalam membangun ekosistem digital yang sehat dan produktif. Partisipasi dosen HPI sebagai pemateri pada forum ilmiah nasional tersebut merupakan wujud nyata kontribusi akademisi dalam mengembangkan gagasan-gagasan inovatif yang relevan dengan kebutuhan masyarakat kontemporer. Kehadiran perspektif Religious Digital Literacy diharapkan dapat memperkaya khazanah keilmuan mengenai moderasi beragama sekaligus mempertegas peran perguruan tinggi sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan yang berkontribusi terhadap penguatan ketahanan nasional dan pembangunan karakter bangsa di era transformasi digital.
