Kolaborasi Pengabdian Dosen Prodi HPI dan PAI STAIN Meulaboh Turun ke Sekolah Terdampak Banjir, Gelar Trauma Healing dan Penguatan Nilai Keislaman

Nagan Raya (29/08/2026) – Dosen STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh melalui kolaborasi Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) dan Program Studi Hukum Pidana Islam (HPI) melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat berupa trauma healing berbasis nilai-nilai keislaman bagi siswa terdampak banjir di SD Negeri 1 Beutong Ateuh, Kabupaten Nagan Raya, Sabtu, 29 Agustus 2026.

Kegiatan tersebut dipimpin oleh Rahimi, M.A., Dosen Program Studi Pendidikan Agama Islam, selaku Ketua Tim Pengabdian. Tim juga terdiri atas Syaibatul Hamdi, M.H. dan Sumardi Efendi, M.Ag., keduanya merupakan Dosen Program Studi Hukum Pidana Islam STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh.

Kehadiran tim pengabdian merupakan bentuk kepedulian sivitas akademika STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh terhadap kondisi anak-anak yang terdampak bencana. Melalui pendekatan trauma healing, para dosen berupaya membantu siswa mengembalikan keceriaan, rasa aman, kepercayaan diri, serta semangat untuk kembali belajar setelah menghadapi bencana banjir.

Kegiatan trauma healing dikemas secara edukatif dan menyenangkan dengan melibatkan siswa dalam berbagai aktivitas, permainan, interaksi kelompok, motivasi, serta kegiatan yang mendorong anak-anak untuk mengekspresikan perasaan dan membangun kembali optimisme. Pendekatan tersebut disesuaikan dengan kondisi psikologis dan usia siswa sehingga kegiatan berlangsung dalam suasana yang hangat dan penuh keceriaan.

Selain memberikan pendampingan psikologis, tim pengabdian juga memberikan penguatan nilai-nilai keislaman kepada para siswa. Nilai sabar, tawakal, bersyukur, saling membantu, peduli terhadap sesama, serta meyakini bahwa setiap ujian dapat dihadapi dengan ikhtiar dan doa menjadi bagian penting dalam kegiatan tersebut.

Ketua Tim Pengabdian, Rahimi, M.A., mengatakan bahwa trauma healing berbasis nilai keislaman diharapkan dapat membantu anak-anak menghadapi pengalaman sulit akibat bencana dengan pendekatan yang dekat dengan kehidupan mereka.

“Anak-anak membutuhkan ruang untuk kembali ceria dan merasa aman. Karena itu, kami tidak hanya menghadirkan permainan dan kegiatan yang menyenangkan, tetapi juga memberikan penguatan nilai-nilai keislaman agar mereka memiliki semangat, kesabaran, dan optimisme dalam menghadapi kondisi pascabencana,” ujarnya.

Sementara itu, anggota tim pengabdian dari Prodi Hukum Pidana Islam, Syaibatul Hamdi, M.H., menyampaikan bahwa kehadiran perguruan tinggi di tengah masyarakat terdampak bencana merupakan bagian dari implementasi Tridharma Perguruan Tinggi.

Menurutnya, anak-anak merupakan kelompok yang perlu mendapatkan perhatian khusus dalam situasi pascabencana. Mereka tidak hanya membutuhkan bantuan berupa kebutuhan material, tetapi juga pendampingan agar dapat kembali menjalani aktivitas pendidikan secara normal.

Hal senada disampaikan Sumardi Efendi, M.Ag. Menurutnya, kolaborasi lintas program studi menjadi langkah penting dalam menghadirkan pengabdian yang lebih komprehensif.

“Pengabdian ini menjadi bentuk nyata kehadiran STAIN Meulaboh di tengah masyarakat. Kami berharap kegiatan sederhana ini dapat memberikan manfaat bagi anak-anak, terutama dalam membangun kembali semangat belajar dan kepercayaan diri mereka,” ungkapnya.

Sekolah Masih Belajar di Tenda

Kegiatan pengabdian tersebut juga mengungkap kondisi memprihatinkan yang masih dihadapi SD Negeri 1 Beutong Ateuh pascabencana. Para siswa hingga saat ini masih harus mengikuti proses pembelajaran dalam kondisi yang belum sepenuhnya normal, termasuk belajar di tenda karena fasilitas sekolah terdampak bencana.

Kepala SD Negeri 1 Beutong Ateuh, Zainuddin, S.Pd.I., menyampaikan apresiasi atas kepedulian dan kehadiran dosen STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh yang telah memberikan pendampingan kepada para siswa.

Ia berharap perhatian terhadap sekolah terdampak bencana tidak berhenti pada kegiatan trauma healing, tetapi juga diikuti dengan percepatan pembangunan kembali fasilitas pendidikan sehingga para siswa dapat kembali belajar di gedung sekolah yang layak.

“Harapan kami sekolah ini dapat segera dibangun kembali sehingga anak-anak tidak lagi belajar di tenda. Mereka sangat membutuhkan tempat belajar yang layak, aman dan nyaman seperti anak-anak di sekolah lainnya,” harap Zainuddin.

Menurutnya, kondisi sarana dan prasarana pendidikan yang belum pulih memberikan tantangan tersendiri bagi guru maupun siswa. Karena itu, dukungan dari berbagai pihak sangat dibutuhkan agar proses pemulihan pendidikan dapat berlangsung lebih cepat.

Banjir Tinggalkan Dampak Besar

Bencana banjir yang melanda wilayah Beutong Ateuh Banggalang pada 26 November 2025 meninggalkan dampak yang cukup besar bagi masyarakat. Sebanyak sekitar 100 rumah warga terdampak, dengan ketinggian air mencapai sekitar 50–80 sentimeter.

Bencana tersebut juga menyebabkan kerusakan pada sejumlah fasilitas umum. Jembatan Beutong Ateuh dan masjid dilaporkan mengalami kerusakan berat akibat diterjang banjir. Kondisi tersebut turut memengaruhi aktivitas masyarakat dan proses pendidikan di wilayah setempat.

Dampak bencana tidak hanya dirasakan dalam bentuk kerusakan fisik, tetapi juga memengaruhi kondisi sosial dan psikologis masyarakat, termasuk anak-anak sekolah. Karena itu, proses pemulihan membutuhkan waktu dan dukungan dari berbagai pihak.

Melalui kegiatan trauma healing ini, tim pengabdian STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh berupaya mengambil bagian dalam proses pemulihan tersebut, khususnya dalam membantu anak-anak memperoleh kembali keceriaan dan semangat belajar. Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal untuk membangun kembali optimisme siswa dan memperkuat ketahanan mereka dalam menghadapi situasi pascabencana. Kolaborasi dosen Prodi PAI dan HPI STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh juga menjadi bukti bahwa perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam mendampingi masyarakat, tidak hanya melalui pendidikan dan penelitian, tetapi juga melalui pengabdian yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *