Dosen Prodi HPI STAIN Meulaboh Publikasikan Artikel Ilmiah di Jurnal Nusantara Terindeks Scopus

Meulaboh (17/02/2026) – Prestasi akademik kembali diraih oleh dosen Program Studi Hukum Pidana Islam (HPI) STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh. Sumardi Efendi berhasil mempublikasikan artikel ilmiah sebagai penulis ketiga dalam jurnal internasional bereputasi Nusantara: Journal of Law Studies yang telah terindeks Scopus.

Artikel tersebut merupakan hasil penelitian kolaboratif lintas institusi dan negara dengan melibatkan sejumlah akademisi dari berbagai perguruan tinggi. Penulis pertama adalah Liantha Adam Nasution dan penulis kedua Zul Fahmi dari STAIN Mandailing Natal. Selain Sumardi Efendi sebagai penulis ketiga dari STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh, artikel ini juga ditulis oleh Ahmad Rozali dari UIN Raden Intan Lampung, Maulana Muklis dari STAIN Mandailing Natal, serta peneliti internasional Muhammad Asim Rafiq dari University of Waikato, New Zealand.

Penelitian tersebut berjudul “The Persistence of Victim Blaming in Child Rape Trials: A Victimological Analysis of the Banjarmasin High Court Acquittal” dan dipublikasikan dalam Nusantara: Journal of Law Studies, Volume 5 Nomor 1 Tahun 2026, halaman 61–83. https://doi.org/10.5281/zenodo.18662151

Studi ini menyoroti fenomena victim blaming (menyalahkan korban) dalam proses persidangan kasus pemerkosaan anak, khususnya pada putusan pembebasan yang dijatuhkan oleh Pengadilan Tinggi Banjarmasin. Penelitian ini menggunakan pendekatan hukum doktrinal yang dipadukan dengan analisis konten kualitatif terhadap dua putusan penting, yakni putusan tingkat pertama dan putusan banding.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam beberapa kasus, penalaran yudisial masih cenderung mengalihkan beban pembuktian kepada korban anak dengan menyoroti perilaku korban, sementara bentuk-bentuk paksaan nonfisik serta bukti trauma psikologis kurang mendapat perhatian yang memadai. Pola tersebut berpotensi menimbulkan viktimisasi sekunder melalui retorika persidangan yang merendahkan korban.

Secara konseptual, artikel ini menawarkan kerangka analisis yang mengintegrasikan konsep korban ideal, victim blaming, dan viktimisasi sekunder untuk memahami praktik penalaran hukum dalam putusan pengadilan. Pendekatan ini diharapkan dapat memperkuat peran viktimologi sebagai perspektif evaluatif yang lebih sensitif terhadap trauma korban dalam proses peradilan.

Penelitian ini juga memberikan sejumlah rekomendasi kebijakan, di antaranya pengakuan hukum yang lebih eksplisit terhadap paksaan nonfisik dan bukti psikiatrik, penguatan mekanisme pengawasan terhadap implementasi regulasi peradilan, serta peningkatan pelatihan aparat penegak hukum yang berperspektif trauma dan perlindungan anak. Publikasi ini menjadi salah satu bukti kontribusi akademik dosen STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh dalam pengembangan riset hukum di tingkat internasional. Selain memperkuat reputasi institusi, kolaborasi lintas perguruan tinggi dan lintas negara ini juga diharapkan dapat mendorong penguatan kajian hukum pidana dan perlindungan korban dalam sistem peradilan di Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *