Meulaboh (31/01/2025) – Dosen Program Studi Hukum Pidana Islam (HPI) STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh kembali mencatatkan prestasi akademik di tingkat internasional. M. Ikhwan berhasil mempublikasikan artikel ilmiah pada jurnal bereputasi internasional Jurnal Ilmiah Peuradeun yang telah terindeks Scopus Q1, salah satu peringkat tertinggi dalam klasifikasi jurnal ilmiah global.
Artikel tersebut berjudul “Looking Inside Traditional Islamic Schools: Concerns and Prospects of Learning Culture” yang dimuat pada Jurnal Ilmiah Peuradeun, Volume 13 Nomor 1 Tahun 2025 https://doi.org/10.26811/peuradeun.v13i1.1179. Dalam penelitian ini, M. Ikhwan berperan sebagai penulis ketiga dalam tim peneliti yang terdiri dari Silahuddin Silahuddin, Saiful, Teuku Zulfikar dari UIN Ar-Raniry Banda Aceh, serta Hendra SH dari STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh.
Penelitian ini mengkaji secara mendalam budaya akademik dalam sistem pendidikan dayah, yaitu lembaga pendidikan Islam tradisional di Aceh yang telah lama berperan penting dalam penyebaran ilmu keislaman serta pembentukan identitas religius masyarakat.
Melalui pendekatan kualitatif, penelitian ini meneliti dinamika budaya pembelajaran pada tiga dayah di Aceh, yakni Dayah Ruhul Islam, Dayah Ruhul Falah, dan Dayah Darul Maghfirah. Studi ini berupaya mengevaluasi faktor-faktor yang memengaruhi perkembangan budaya akademik di lingkungan dayah sekaligus mengidentifikasi prospek pengembangannya di masa depan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa budaya akademik di beberapa lembaga dayah menghadapi sejumlah tantangan, di antaranya ketergantungan pada kurikulum tradisional yang berpusat pada guru, transmisi metode pembelajaran lama yang berlangsung secara turun-temurun, serta keterbatasan dalam penerapan struktur organisasi pendidikan yang lebih modern.
Kondisi tersebut dinilai dapat menghambat perkembangan pembelajaran, membatasi ruang dialog akademik, serta mempengaruhi pengelolaan lembaga pendidikan secara efektif. Oleh karena itu, penelitian ini merekomendasikan sejumlah langkah strategis, seperti memperkuat komunikasi dengan para pemangku kepentingan, menyusun rencana pengembangan institusi secara sistematis, serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia di lingkungan dayah.
Dengan berbagai upaya tersebut, dayah diharapkan mampu mengembangkan budaya akademik yang lebih dinamis, inklusif, dan adaptif terhadap perkembangan zaman, tanpa meninggalkan nilai-nilai tradisi keislaman yang telah menjadi ciri khas pendidikan Islam di Aceh. Publikasi ini sekaligus menunjukkan kontribusi akademisi STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh dalam pengembangan kajian pendidikan Islam di tingkat internasional, serta memperkuat posisi institusi dalam menghasilkan riset berkualitas yang relevan dengan dinamika pendidikan dan masyarakat.
