Meulaboh (06/11/2025) – Dosen dan mahasiswa Program Studi Hukum Pidana Islam (HPI) dari STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh berpartisipasi aktif dalam forum akademik internasional The 2nd Meulaboh International Conference on Islamic Studies 2025 (MICONIS) dengan mempresentasikan hasil penelitian ilmiah pada konferensi tersebut.
Kegiatan yang berlangsung pada 5–6 November 2025 ini diselenggarakan secara hybrid, yakni menggabungkan pertemuan luring dan daring, sehingga memungkinkan partisipasi akademisi dari berbagai negara. Konferensi internasional ini mengangkat tema “The Development of Islam in Southeast Asia: Education, Civilization, Law, Modern Fiqh Siyasah, and Transformation in the Digital Era.”
Sekitar 200 presenter dari berbagai perguruan tinggi dalam dan luar negeri turut ambil bagian dalam forum ilmiah tersebut, menjadikannya sebagai ruang pertukaran gagasan akademik yang penting dalam pengembangan studi Islam di kawasan Asia Tenggara.
Dalam konferensi ini, tim dari Prodi HPI mempresentasikan makalah berjudul “Islamic Criminal Law in Addressing Cybercrime: An Analysis of the Principles of Maslahah and Sadd al-Dzarī‘ah.” Tim peneliti terdiri dari Sumardi Efendi sebagai dosen pembimbing, bersama mahasiswa Dwiana Adinda, Nur Kemala Putri, Mulya Miftahurrahmah, dan Mayasari.
Penelitian tersebut mengkaji relevansi hukum pidana Islam dalam merespons perkembangan kejahatan siber di era digital. Melalui pendekatan maqāṣid al-syarī‘ah, khususnya prinsip maslahah dan sadd al-dzarī‘ah, studi ini menyoroti pentingnya formulasi regulasi hukum yang tidak hanya bersifat normatif, tetapi juga mampu memberikan perlindungan terhadap kepentingan publik di tengah perkembangan teknologi informasi.
Partisipasi dosen dan mahasiswa dalam konferensi internasional ini menjadi bagian dari upaya memperkuat budaya riset serta meningkatkan kontribusi akademik Prodi HPI di tingkat global. Selain itu, keterlibatan mahasiswa dalam forum ilmiah internasional juga menjadi pengalaman akademik penting yang mendorong peningkatan kapasitas penelitian dan publikasi ilmiah. Melalui kegiatan seperti MICONIS, diharapkan kolaborasi antara dosen dan mahasiswa semakin berkembang, sekaligus memperluas jejaring akademik internasional bagi STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh dalam pengembangan studi keislaman, khususnya di bidang hukum pidana Islam di era digital.
