Palembang, (17/9/2026) – Dosen Hukum Pidana Islam STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh, Dr. M. Ikhwan, S.Sy., M.H., hadir sebagai narasumber dalam kegiatan Orientasi Pembelajaran Program Magister Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir (IAT) Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam UIN Raden Fatah Palembang, Kamis (17/9/2026).
Kegiatan ini berlangsung secara hybrid daring melalui Zoom Meeting dan luring di ruang rapat FUSHPI, diawali dengan seremonial pembukaan dan sambutan hangat dari Dekan Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam, Dr. Abu Mansur. Selanjutnya, M. Ikhwan mengajak mahasiswa baru membangun cara pandang baru terhadap pendidikan magister.
Menurutnya, kuliah magister bukan sekadar melanjutkan pendidikan atau mengejar gelar, tetapi memasuki tahap produksi pengetahuan. Mahasiswa perlu bertransformasi dari knowledge consumer menjadi knowledge producer dengan membangun kebiasaan membaca, berpikir kritis, berdiskusi, menulis, dan meneliti.
Dalam konteks IAT, ia menekankan pentingnya mempertemukan tradisi keilmuan Islam dengan metodologi akademik dan persoalan kontemporer. Penguasaan ulūm al-Qur’an, tafsir, bahasa Arab, dan uṣūl al-tafsīr perlu dikembangkan bersama kemampuan critical reading, metodologi penelitian, serta academic writing.
Ia juga mendorong mahasiswa untuk membaca secara kritis. Tidak cukup hanya mengetahui isi artikel, mahasiswa perlu berupaya menemukan masalah, research gap, metode, temuan, keterbatasan, dan kontribusi sebuah penelitian. Dari sana, gagasan harus dikembangkan menjadi argumentasi yang didukung bukti dan analisis.
Ia mengingatkan agar tesis tidak dimulai dari keinginan sekadar menyusun BAB I atau judul yang bagus, tetapi dari persoalan ilmiah yang jelas. Penelitian harus bergerak dari problem, question, literature, gap, method, analysis, hingga contribution. Mahasiswa juga perlu mengenali berbagai bentuk research gap agar penelitian memiliki fokus dan kontribusi yang lebih kuat.

Di tengah perkembangan teknologi, mahasiswa juga diajak menggunakan AI secara bijak. AI dapat menjadi asisten untuk brainstorming, mencari kata kunci, menyusun kerangka, dan memperbaiki bahasa, tetapi tanggung jawab terhadap data, sumber, argumentasi, interpretasi, dan orisinalitas tetap berada pada mahasiswa. “Gunakan AI untuk memperkuat kemampuan berpikir, bukan menggantikan kemampuan berpikir,” pesannya.
Untuk mendukung penyelesaian studi tepat waktu, Dr. Ikhwan memperkenalkan roadmap empat semester, mulai dari membangun minat dan budaya membaca, memperkuat literature review, menyusun proposal dan melakukan penelitian, hingga menyelesaikan tesis dan mengembangkan publikasi. Ia juga mendorong mahasiswa untuk membangun research circle dan identitas akademik sejak awal masa studi.
Menutup pemaparannya, ia mengajak mahasiswa tidak hanya menjadi pribadi yang menyelesaikan studi, tetapi tumbuh sebagai scholar yang kritis, berintegritas, dan mampu menghasilkan pengetahuan yang bermanfaat.
“Membaca untuk memahami, berpikir untuk menemukan, berdiskusi untuk menguji, menulis untuk menjelaskan, meneliti untuk menghasilkan pengetahuan, dan mempublikasikan untuk memberi manfaat.”
