Meulaboh (15/06/2025) – Dosen Program Studi Hukum Pidana Islam (HPI) dari STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh kembali menorehkan prestasi akademik melalui publikasi ilmiah pada jurnal internasional bereputasi. Artikel hasil penelitian kolaboratif yang melibatkan dosen dan akademisi dari berbagai perguruan tinggi berhasil dipublikasikan pada Al-Ahkam: Jurnal Ilmu Syari’ah dan Hukum yang diterbitkan oleh UIN Raden Mas Said Surakarta dan telah terindeks Scopus Q3.
Artikel tersebut berjudul “Deciding To Be A Widow or Stay with A Husband: The Experience of Muslim Women Filing for Divorce in the Aceh Sharia Court.” Publikasi ini ditulis secara kolaboratif oleh M. Ikhwan sebagai penulis pertama, bersama M. Agus Wahyudi, Sumardi Efendi, Randi Muhammad Gumilang, Afif Alfiyanto, dan Reni Kumalasari.
M. Ikhwan merupakan dosen Prodi HPI yang saat ini sedang menempuh studi doktoral di Pascasarjana UIN Ar-Raniry Banda Aceh. Sementara itu, Sumardi Efendi dan Reni Kumalasari merupakan dosen di STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh. Penulis lainnya berasal dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia, yakni UIN Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda dan UIN Raden Fatah Palembang.
Artikel yang dipublikasikan pada volume 10 nomor 1 halaman 80–99 https://doi.org/10.22515/alahkam.v10i1.10825 tersebut mengkaji pengalaman hidup perempuan Aceh yang mengajukan perceraian (khulu’) di Mahkamah Syariah. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologis untuk memahami dinamika sosial, agama, budaya, dan hukum yang memengaruhi keputusan perempuan dalam mengakhiri pernikahan.
Melalui wawancara mendalam terhadap perempuan dari berbagai latar belakang sosial-ekonomi, penelitian ini menemukan bahwa beberapa faktor utama yang mendorong perempuan mengajukan perceraian antara lain ketidakpuasan dalam perkawinan, kekerasan dalam rumah tangga, perselingkuhan, kemandirian ekonomi, serta meningkatnya kesadaran terhadap hak-hak perempuan.
Temuan penelitian juga menunjukkan bahwa meskipun perceraian seringkali dipandang sebagai sesuatu yang tidak diinginkan dalam norma agama dan budaya, perempuan tetap mampu menavigasi kompleksitas sistem hukum dan stigma sosial dengan ketahanan yang kuat. Faktor lain seperti interpretasi patriarkal terhadap syariat Islam, nilai-nilai adat, serta berbagai kendala hukum turut memengaruhi proses pengambilan keputusan mereka.
Secara akademik, penelitian ini memberikan kontribusi penting dalam pengembangan kajian hukum keluarga Islam, khususnya terkait isu keadilan gender dan pemberdayaan perempuan di masyarakat Muslim. Selain itu, artikel ini juga menyoroti pentingnya reformasi kebijakan, seperti perluasan layanan bantuan hukum, praktik peradilan yang lebih sensitif terhadap gender, serta penguatan edukasi masyarakat mengenai hak dan martabat perempuan dalam hukum perkawinan Islam. Publikasi ini menjadi salah satu bukti kontribusi akademisi STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh dalam pengembangan riset dan publikasi ilmiah di tingkat internasional, sekaligus memperkuat reputasi institusi dalam bidang kajian hukum Islam dan studi keislaman kontemporer.
